Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Negeri Kacamata (Cerita Bersambung)

Oleh : Annisa Kusumaningtyas Langit yang ungu dipagi yang indah, mengapa itu bisa terjadi ? ah sudahlah karena aku ingin seperti itu. Rakyat disini hidup rukun dan damai, sawahnya berwarna merah menyala. Ya itu ladang padi, jangan tanyakan mengapa disini, dinegeri kami,  Kami memiliki hal-hal yang tidak wajar.  Air mengalir dari langit, bukan itu bukan hujan, hanya saja tampak seperti air terjun yang jatuh dari langit, disampingnya tumbuh rerumputan dan bunga-bunga penuh warna yang akan bersinar ketika malam tiba. Pohon-pohon tinggi tentu menjadi pemandangan yang memenuhi mata ketika pertama kali memasuki sebuah gerbang tinggi, kami biasanya menyebut gerbang keberuntungan. Kami memang hidup didalam pohon, dibawah tanah dan ditempat manapun kami ingin tinggal. Jangan tanyakan soal gedung disini ! sudah berabad-abad yang lalu, tak ada bangunan yang tersisa. Semua hilang, kira-kira itu yang dapat kuketahui sampai saat ini. Sayang sekali nenekku tidak mau bercerita banyak...

Instrumen Evaluasi Proses Bimbingan Klasikal

Dalam proses pemberian layanan, maka diperlukan sebuah proses evaluasi. Evaluasi bukan bertujuan untuk menghakimi tetapi mengarah pada mengetahui keadaan sebenarnya untuk kemudian dilakukan perbaikan. Oleh karena itu, pemberian saran, kritik, dan penilaian tentu bukanlah hal yang tabu dan perlu dihindari. Karena pada kenyataannya evaluasi tidak merugikan, justru memberikan dampak positif jika dilakukan tindak lanjut. Untuk mendukung proses peningkatan kualitas layanan bimbingan klasikal disekolah, perlu dilakukan evaluasi salah satunya adalah oleh peserta didik. Pengerjaan instrumen tidak akan membuat peserta didik mendapatkan intimidasi, ancaman, maupun diberikan perlakuan yang berbeda. Pada hakikatnya, proses evaluasi murni dilakukan guna pelaporan dan perbaikan layanan bimbingan klasikal.  Bagi peserta didik dapat mengisi instrumen pada link  Instrumen Evaluasi Proses Bimbingan Klasikal   Terimakasih, Salam Annisa Kusumaningtyas

Hidup Memang Tidak Adil ?

Pernahkah anda berpikir tentang keadilan yang terjadi didunia ini ? Tentang mengapa ada seorang anak baik yang lahir dari keluarga sangat miskin, tentang seseorang yang cerdas dan lahir dari rahim seorang tuna susila, tentang kejam dan terjal kehidupan yang dialami seseorang ? Adalah saya, kembali dengan pikiran liar semacam itu. Kemudian, "alam" media sosial seolah langsung menjawab pertanyaan tersebut melalui sebuah thread  di salah satu komunitas terbesar di Indonesia. Dengan judul yang menggugah mengenai kehidupan memang dipenuhi ketidakadilan. Pada saat itu saya lupa untuk menyimpan url  dari konten tersebut. Yang jelas, dalam artikel tersebut dituliskan bahwa kehidupan memang "tidak adil", tetapi memang itu lah realitas yang ada. Adil atau tidaknya kehidupan, yang terpenting adalah kenyataan tersebut yang perlu kita hadapi. Saya pun setuju dengan pendapat yang dituliskan. Karena dalam hidup bukan hanya tentang kebahagiaan dan dunia harus mengikuti versi...