Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Komitmen yang seharusnya berkomitmen

Perhatian !! Tulisan ini ditulis dalam keadaan kurang tidur, badan pegel-pegel, perut laper, kepala pusing.  Kali ini saya belajar dari seseorang tentang sebuah komitmen. Bukan hanya tentang komitmen dalam artian yang romantis, lebih dari itu. Menurut KBBI komitmen adaah  perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu. Dari pengertian ini saya menyimpulkan bahwa komitmen adalah sebuah "sumpah", janji, pernyataan kesanggupan atas apa yang sudah disanggupi. Hal tersebut berarti bahwa ketika kita berkomitmen terhadap sesuatu, maka kita terikat oleh janji kita untuk melakukan sesuatu, menghadapi semua rintangan yang ada dalam rangka memenuhi sumpah kita. Banyak hal tidak berjalan sebagaimana mestinya karena Ia melupakan komitmen yang dia buat sendiri. Tak sedikit rumah tangga retak karena tidak berjuang diatas komitmennya. Dan sepertinya ada banyak contoh kasus yang rasanya jika saya sebutkan akan memakan banyak waktu disini. Intinya adalah, orang itu lupa ia telah ber...

Cahaya dilangit Planetarium

Hari ini abis jalan-jalan ke planetarium sama Uko. Dari manggarai naik krl, turun dicikini abis itu keluar stasiun ambil kearah kiri, lurus terus nanti ada angkot, kalo ga salah jurusan manggarai, nanti turun di TIM. Pokonya gampang banget aksesnya dari stasiun, dan super duper sebentar banget. Sebenernya udah pernah mau ke planetarium sampe dua kali. Pertama hari libur dan emang lagi ditutup, terus yang kedua kalah ama rombongan anak TK (nangis kejer). Serius deh, di planetarium isinya buanyaaaak anak-anak. Hampir semua bawa anak kecil padahal kayanya orangtuanya pengen nonton tapi waktu muda malu karena isinya planetarium anak-anak siklus berulang terus hngga kini. Samp gerbang TIM langsung keliatan kok tulisan planetarium, ada sebuah gedung yang bagian atasnya bulet, jadi inget kubah masjid. Pas masuk langsung deh disebelah kanan ada kaya kursi-kursi meliak-liuk. Jadi lucu deh, kalo antri di TIM disediain kursi sepanjang antreannya. Mungkin karena kebanyakan orangtua dan anak-ana...

Kamar Berantakanku, Istanaku !

Tulisan ini ditulis ditengah-tengah penatnya ngerjain tugas seabreg. Laporan parenting workshop, penelitian, makalah ilmiah, proposal penelitian, RPL PKB, RPL bimbingan kelompok, dan sampai lupa tugasnya apalagi. DEADLINE BANGET. Entah kenapa, dari dulu. Kamar selalu berantakan banget. Jangankan ngerjain tugas, ga ngapa-ngapain pun, bisa super duper meledak. Malah mirip kaya sebuah ruangan yang tengah-tengahnya abis kejatuhan bom atom. PECAH Pokoknya sebuah kamar yang super duper berantakan tapi sangat nyaman. Iya ! percaya deh. sangat amat nyaman. Aku bisa ambil barang-barang dimanapun. Semakin berantakan, semakin mudah cari ide buat ngerjain tugas, semakin nyenyak kalo tidur, semakin seneng berlama-lama dikamar, dan semakin sering dimaki-maki mama. Kayaknya semua ibu, khususnya. mendambakan lemari rapi, buku-buku tertata diatas meja, kamar anak gadis yang semerbak harum bunga. Tentu, ketika melihat kamar anak gadisnya malah lebih cocok diberikan predikat kandang ay...

Let Me Tell You About Happiness

Pernah membaca sebuah surat kabar yang difoto lalu dibagikan kesalah satu grup whatsapp. Berjudul "Let me tell you about success". Disitu tertulis bahwa kesuksesan itu sesuatu yang abstrak. Ketika seseorang mengatakan ingin sukses. Apa yang pertama kamu fikirkan ? Punya rumah mewah ? mobil mersi ? atau istri menawan ? Oh, tentu terlalu dini jika kita menyebutkan itu. Mungkin itu sukses menurut sebagian orang yang berbeda dengan orang yang lain. Sukses menandakan keberhasilan seseorang, dari tujuan yang telah ditetapkan. Saya berharap akan lulus UN, lalu saya lulus. Bukankah saya telah sukses ? Jadi, kata sukses itu tergantung dari tujuan orang yang menetapkan kadar keberhasilannya kan ? Sesaat setelah saya membaca artikel tersebut. Saya lantas memikirkan hal yang dulu sempat menjebak saya. Dalam pertanyaan yang seharusnya tidak terpikirkan oleh seorang gadis cilik. Jika artikel tersebut membahas tentang sukses, maka saya tertarik untuk membahas kebahagiaan. Dulu sempat te...

Perfecly Perfect

Maybe You’ll never see in you what I see the little things you do  that make me go crazy I’m not crazy You’re perfectly perfect to me …. You don’t have to change a single thing cause just the way you are is sweeter than anything Itu merupakan sepenggal lirik lagu berjudul perfectly perfect yang baru-baru ini saya dengar. Terlihat bahwa seseorang tengah memuji dengan caranya. Hendak mengatakan “you are perfect just the way you are”. Meyakinkan bahwa lawan bicaranya memang indah. Mengapa manusia terkadang perlu diyakinkan berkali-kali serta dipuji berulang-ulang ? Jawabannya mungkin, karena dia tidak sadar. Bahwa dia sempurna. Semua orang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Yang sempurna hanyalah Tuhan. Lalu mengapa ada kata sempurna jika kata kesempurnaan tidak kita gunakan untuk sesuatu selain Tuhan ? Saya menangkap hal lain dalam kata ini. Sempurna yang sempurnanya versi manusia, yang pasti sangat berbeda dengan kadar kesempurnaan Tuhan. Ya, kamu...