Maybe
You’ll never see in you what I see
the little things you do
that make me go crazy
I’m not crazy
You’re perfectly perfect to me
….
You don’t have to change a single thing
cause just the way you are is sweeter than anything
Itu merupakan
sepenggal lirik lagu berjudul perfectly perfect yang baru-baru ini saya dengar.
Terlihat bahwa seseorang tengah memuji dengan caranya. Hendak mengatakan “you
are perfect just the way you are”. Meyakinkan bahwa lawan bicaranya memang
indah. Mengapa manusia terkadang perlu diyakinkan berkali-kali serta dipuji
berulang-ulang ? Jawabannya mungkin, karena dia tidak sadar. Bahwa dia
sempurna. Semua orang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Yang
sempurna hanyalah Tuhan. Lalu mengapa ada kata sempurna jika kata kesempurnaan tidak kita gunakan untuk sesuatu selain Tuhan ? Saya menangkap hal lain dalam kata
ini. Sempurna yang sempurnanya versi manusia, yang pasti sangat berbeda dengan
kadar kesempurnaan Tuhan. Ya, kamu sempurna.
Terkadang kamu
tidak menyadari betapa indahnya dirimu. Menatap cermin lamat-lamat. Memandang
kerutan yang mungkin muncul. Jerawat yang tengah bertengger diwajah manismu.
Kulit yang kecoklatan terpapar sinar matahari. “Mata Panda” karena waktu
tidurmu berkurang. Badanmu yang menurutmu terlalu berat, atau bahkan kau merasa
terlalu ramping. Ah banyak sekali rasanya perasaan-peraan itu, aku tahu karena
aku pun pernah sama seperti itu.
Percayalah, kamu
indah.
Sayap kupu-kupu indah. Sangat
Indah. Tetapi, menurutmu apakah Ia dapat menyadarinya ? melihat betapa cantik
kepakan sayapnya. Betapa berwarna-warni dirinya. Mereka hanya mampu melihat
kupu-kupu lain. Tidak menyadari bahwa dirinyapun sama, indah. Sama denganmu.
Kamu melihat bahwa orang lain begitu mempesona, katamu. Memiliki hal-hal yang
menurutmu keren, dan kamu tak memilikinya. Bukankah setiap orang unik ?
bukankah kamu pun memiliki hal-hal luarbiasa yang tidak dimilikinya ? bukankah
yang membuat kita bahagia bukan seberapa baik kita tapi seberapa bersyukur
kita ?
Komentar
Posting Komentar