Langsung ke konten utama

Let Me Tell You About Happiness


Pernah membaca sebuah surat kabar yang difoto lalu dibagikan kesalah satu grup whatsapp. Berjudul "Let me tell you about success". Disitu tertulis bahwa kesuksesan itu sesuatu yang abstrak. Ketika seseorang mengatakan ingin sukses. Apa yang pertama kamu fikirkan ? Punya rumah mewah ? mobil mersi ? atau istri menawan ? Oh, tentu terlalu dini jika kita menyebutkan itu. Mungkin itu sukses menurut sebagian orang yang berbeda dengan orang yang lain. Sukses menandakan keberhasilan seseorang, dari tujuan yang telah ditetapkan. Saya berharap akan lulus UN, lalu saya lulus. Bukankah saya telah sukses ? Jadi, kata sukses itu tergantung dari tujuan orang yang menetapkan kadar keberhasilannya kan ?

Sesaat setelah saya membaca artikel tersebut. Saya lantas memikirkan hal yang dulu sempat menjebak saya. Dalam pertanyaan yang seharusnya tidak terpikirkan oleh seorang gadis cilik. Jika artikel tersebut membahas tentang sukses, maka saya tertarik untuk membahas kebahagiaan. Dulu sempat terlintas, "Apakah Tuhan itu Adil ? Lalu mengapa aku tidak diberi kebahagiaan seperti temanku, yang dia nakal tetapi hidupnya bahagia, lalu mengapa hidupku menyedihkan ? Tuhan benarkah dia adil?". Ketika kamu membaca ini mungkin sebagian akan berfikir bahwa saya orang sinting, atau mungkin sebagian lagi akan berfikir pernah memiliki sesuatu seperti itu dibenaknya. Pemikiran bocah yang terlalu bodoh kan ? Tetapi justru setelah saya memikirkan hal tersebut, saya menemukan sesuatu. Tepat ketika sedang membuka kitab suci.

.. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat ? Kemudian ulangi pandanganmu sekali lagi dan sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali padamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih. (Q.S Al-mulk ayat 3 dan 4).

Lalu, saya mulai berpikir. Benarkah pandangan saya tengah lelah ? Tidak dapat melihat sesuatu dengan jelas dan benar. Guna mendapatkan jawaban, saya mencoba bertanya kebeberapa kerabat. Salah seorang guru menjawab " Semua udah ada porsinya masing-masing yas, terserah mau pilih kufur atau syukur".

Yap.
Kebahagiaan adalah tentang rasa syukur. Semua pemikiran kita tentang kebahagiaan adalah buah dari pengkotak-kotakan kebahagiaan sendiri. Kita terlalu memberi kriteria dan kategori tertentu agar kita dapat mengatakan bahwa kita bahagia. Contohnya, saya akan bahagia jika orangtua saya lengkap. Jika saya tidak memiliki orangtua lengkap maka saya akan merasa tidak berbahagia. Ada hal yang terlupakan. Bahwa ada banyak hal yang harus disyukuri dari keadaanya saat ini. Jadi, menurut saya pribadi. Kebahagiaan adalah tentang bagaimana kita selalu melihat kesempatan untuk bersyukur. 











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cahaya dilangit Planetarium

Hari ini abis jalan-jalan ke planetarium sama Uko. Dari manggarai naik krl, turun dicikini abis itu keluar stasiun ambil kearah kiri, lurus terus nanti ada angkot, kalo ga salah jurusan manggarai, nanti turun di TIM. Pokonya gampang banget aksesnya dari stasiun, dan super duper sebentar banget. Sebenernya udah pernah mau ke planetarium sampe dua kali. Pertama hari libur dan emang lagi ditutup, terus yang kedua kalah ama rombongan anak TK (nangis kejer). Serius deh, di planetarium isinya buanyaaaak anak-anak. Hampir semua bawa anak kecil padahal kayanya orangtuanya pengen nonton tapi waktu muda malu karena isinya planetarium anak-anak siklus berulang terus hngga kini. Samp gerbang TIM langsung keliatan kok tulisan planetarium, ada sebuah gedung yang bagian atasnya bulet, jadi inget kubah masjid. Pas masuk langsung deh disebelah kanan ada kaya kursi-kursi meliak-liuk. Jadi lucu deh, kalo antri di TIM disediain kursi sepanjang antreannya. Mungkin karena kebanyakan orangtua dan anak-ana...

Kamar Berantakanku, Istanaku !

Tulisan ini ditulis ditengah-tengah penatnya ngerjain tugas seabreg. Laporan parenting workshop, penelitian, makalah ilmiah, proposal penelitian, RPL PKB, RPL bimbingan kelompok, dan sampai lupa tugasnya apalagi. DEADLINE BANGET. Entah kenapa, dari dulu. Kamar selalu berantakan banget. Jangankan ngerjain tugas, ga ngapa-ngapain pun, bisa super duper meledak. Malah mirip kaya sebuah ruangan yang tengah-tengahnya abis kejatuhan bom atom. PECAH Pokoknya sebuah kamar yang super duper berantakan tapi sangat nyaman. Iya ! percaya deh. sangat amat nyaman. Aku bisa ambil barang-barang dimanapun. Semakin berantakan, semakin mudah cari ide buat ngerjain tugas, semakin nyenyak kalo tidur, semakin seneng berlama-lama dikamar, dan semakin sering dimaki-maki mama. Kayaknya semua ibu, khususnya. mendambakan lemari rapi, buku-buku tertata diatas meja, kamar anak gadis yang semerbak harum bunga. Tentu, ketika melihat kamar anak gadisnya malah lebih cocok diberikan predikat kandang ay...

Hidup Memang Tidak Adil ?

Pernahkah anda berpikir tentang keadilan yang terjadi didunia ini ? Tentang mengapa ada seorang anak baik yang lahir dari keluarga sangat miskin, tentang seseorang yang cerdas dan lahir dari rahim seorang tuna susila, tentang kejam dan terjal kehidupan yang dialami seseorang ? Adalah saya, kembali dengan pikiran liar semacam itu. Kemudian, "alam" media sosial seolah langsung menjawab pertanyaan tersebut melalui sebuah thread  di salah satu komunitas terbesar di Indonesia. Dengan judul yang menggugah mengenai kehidupan memang dipenuhi ketidakadilan. Pada saat itu saya lupa untuk menyimpan url  dari konten tersebut. Yang jelas, dalam artikel tersebut dituliskan bahwa kehidupan memang "tidak adil", tetapi memang itu lah realitas yang ada. Adil atau tidaknya kehidupan, yang terpenting adalah kenyataan tersebut yang perlu kita hadapi. Saya pun setuju dengan pendapat yang dituliskan. Karena dalam hidup bukan hanya tentang kebahagiaan dan dunia harus mengikuti versi...