Pernahkah anda berpikir tentang keadilan yang terjadi didunia ini ?
Tentang mengapa ada seorang anak baik yang lahir dari keluarga sangat miskin, tentang seseorang yang cerdas dan lahir dari rahim seorang tuna susila, tentang kejam dan terjal kehidupan yang dialami seseorang ?
Adalah saya, kembali dengan pikiran liar semacam itu. Kemudian, "alam" media sosial seolah langsung menjawab pertanyaan tersebut melalui sebuah thread di salah satu komunitas terbesar di Indonesia. Dengan judul yang menggugah mengenai kehidupan memang dipenuhi ketidakadilan. Pada saat itu saya lupa untuk menyimpan url dari konten tersebut. Yang jelas, dalam artikel tersebut dituliskan bahwa kehidupan memang "tidak adil", tetapi memang itu lah realitas yang ada. Adil atau tidaknya kehidupan, yang terpenting adalah kenyataan tersebut yang perlu kita hadapi. Saya pun setuju dengan pendapat yang dituliskan. Karena dalam hidup bukan hanya tentang kebahagiaan dan dunia harus mengikuti versi ideal saya.
Lalu apa memangnya adil ? Adil ? menurut siapa ?
Pada tulisan sebelumnya saya membahas mengenai "pengkotakan" yang kita lakukan untuk kebahagiaan. Lalu apakah kita pun melakukannya pada definisi keadilan ? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka diperlukan sebuah "ide". Bayangkan saja, ada berapa milyar orang yang hidup, pernah hidup, dan akan hidup di dunia ini. Pun, belum termasuk makhluk hidup lain, makhluk tak kasat mata, dan lain sebagainya. Ketika setiap makhluk/manusia/hewan/apapun itu memiliki kriteria tersendiri untuk membuat seseorang tersebut hidup dengan bahagia dan dapat mengatakan bahwa hidup itu adil. Karena dia mendapatkan apa yang selama ini ingin ia dapatkan, atau dia mendapatkan apa yang selama ini dia usahakan untuk dapatkan. Ada berapa milyar ribu versi keadilan yang diciptakan ? ada berapa milyar ratus kriteria adil yang diciptakan dan mungkin berbeda bahkan saling bersebrangan ? lalu dunia perlu mengikuti yang mana ? atau bahkan semuanya ?
Saya tidak membayangkan betapa mungkin, akan terjadi chaos dan ketidakseimbangan. Misalkan, seorang anak akan menganggap hidup ini bahagia dan adil jika dia memiliki orangtua yang rukun, tetapi orangtuanya mungkin akan merasa dunia akan adil jika anak itu tidak pernah lahir kedunia. Itu hanya satu contoh,dari kemungkinan perbedaan versi keadilan masing-masing orang. Jadi, apakah keadilan harus mengikuti apa maumu ? mau mereka ? atau mau mau aja ?
Dan pada akhirnya, yang harus kita terima adalah kehidupan. Ketidakadilan yang kau rasa mungkin salah satu bentuk keadilan yang memang kau terima. Mungkin, pada awalnya sulit untuk menghadapinya, Tetapi dengan terus memandang dunia tidak adil, maka dunia benar-benar akan terasa semakin menyeramkan. Ketika kita mengenakan kacamata hitam pada hari yang cukup mendung, maka semuanya akan tampak semakin gelap. Bahkan ketika awan dan matahari sudah muncul, dunianya masih saja tetap gelap. Karena melupakan satu hal, melepaskan kacamata yang selama ini dikenakannya. Ia menjadi tidak dapat melihat hujan, pelangi, dan awan cerah.
Jadi, sekarang kamu masih punya kriteria keadilan yang perlu dunia wujudkan ?
Komentar
Posting Komentar